X, XX, XXX,
Simbol yang berarti angka Romawi.
Simbol yang berarti salah.
Simbol yang berarti kekerasan.
Simbol yang berarti pornografi (singkat: porno).
Simbol yang berarti si dalang dalam kejahatan.
Simbol yang berarti rahasia.
Simbol yang berarti bla bla bla bla..
Iya X, simbol yang bisa menjelma menjadi apapun. Bisa dua hari gak tidur kalo kita bahas semua yang dimaksudkan dengan simbol X. Tapi yang selalu menarik dibahas cuma X=porno. Apalagi sekarang lagi rame tuh. Hehehe.
OK, cukup, jangan ngeres!.
Jadi, ceritanya Internet Corporation of Assigned Names and Numbers (ICANN), sebuah lembaga yang memiliki kewenangan di bidang per-nama-an domain, telah menyetujui adanya .xxx untuk situs-situs yang berbau porno. Tapi katanya ICANN gak akan maksa semua yang berbau porno harus pakai domain baru itu.
Lucu ya kalo cuma taunya xxx itu porno, tanpa pengen tau darimana itu awalnya.
Awalnya X-rated ditujukan untuk film yang tidak cocok untuk sebagian orang, misalnya mengandung kekerasan yang gak cocok untuk anak-anak. Nah, berhubung “X-rated” itu gak diregistrasi, jadi semua orang bisa make, bahkan untuk yang bergerak di industri pornografi.
Tahun 70an, ada sebagian film porno pake X-rated. Karena semakin banyaknya film-film porno pake X-rated, banyak yang bingung seandainya film yang berbau sadis mau pake apa. Kalo X-rated juga tar dikira porno. Akhirnya, yang berbau porno dikasih imbuhan keterangan “terdapat bagian yang berbau pornografi”.
Namanya juga manusia, gak pernah merasa cukup. X yang tadinya cuma satu di anggap masih kurang, akhirnya ditambah satu lagi, jadi XX. Masih kurang juga, tambah deh satu lagi, jadi XXX. Mungkin kapan gitu bakalan ditambah lagi.
Kembail ke domain, gimana kalo www.datoknakal.com diganti jadi www.datoknakal.xxx?.
source: detik.com, wikipedia.com